Program Insert yang tayang di Trans7 menjadi kontroversial setelah menampilkan cuplikan video tentang kehidupan pesantren dengan framing negatif dan narasi yang dianggap merendahkan santri dan ulama. Menyusul kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, seorang alumni pesantren yang menilai tayangan tersebut kurang riset dan memberikan gambaran yang salah tentang kehidupan santri. Kawendra meminta tindakan lebih tegas dari manajemen dan regulator penyiaran serta mengusulkan delapan tuntutan, termasuk penghentian tayangan Xpose, denda administratif, permintaan maaf di waktu prime time, dan pelatihan etika jurnalistik. Ia juga mendorong Transcorp memberikan beasiswa jurnalistik dan program magang bagi santri agar mereka dapat berkontribusi dalam media dengan pemahaman yang kuat tentang nilai budaya pesantren. Kawendra menegaskan bahwa pesantren adalah pilar penting dalam pembentukan karakter bangsa dan memperingatkan bahwa budaya pesantren mengajarkan nilai-nilai mulia yang perlu diapresiasi.
Kritik Kawendra Desak Trans7, Xpose Pesantren: Ngawur dan Minim Riset
Read Also
Recommendation for You

Peningkatan Keterampilan Pemagangan: Mengatasi Kesenjangan Upah dan Penyalahgunaan Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni,…

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, mendukung usulan peningkatan dana otonomi khusus (otsus)…

Anggota Komisi II DPR RI, Longki Djanggola, memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Maluku dan Maluku…
Muhammad Rahul, anggota Komisi III DPR RI, memuji langkah tegas Kepolisian Daerah Riau dalam membongkar…

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menerima penghargaan KWP Award 2026 dari Koordinatoriat…






