Presiden RI Prabowo Subianto telah mengungkapkan langkah tegas dalam menutup 80% hasil timah yang diselundupkan ke luar negeri dari wilayah Bangka Belitung. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Munas VI PKS di Hotel The Sultan & Residence, Jakarta. Prabowo menjelaskan bahwa mulai 1 September, pihak TNI, Polri, dan Bea Cukai diminta untuk membentuk koperasi besar-besaran di Bangka Belitung guna menutup aktivitas tambang ilegal yang mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai triliunan rupiah. Menurutnya, langkah ini dapat menyelamatkan dana negara sebesar Rp22 triliun hingga Rp45 triliun dari dua pulau tersebut.
Selain itu, Prabowo juga mencatat adanya sisa hasil produksi timah yang memiliki nilai tinggi, yaitu Logam Tanah Jarang (LTJ). Penemuan ini memberikan harapan baru karena limbah tambang tersebut ternyata mengandung mineral langka yang bernilai tinggi. Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan operasi serupa pada komoditas lain seperti nikel, batu bara, dan bauksit guna memberantas aktivitas tambang ilegal yang merugikan negara secara besar-besaran.
Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum dan dukungan masyarakat dalam melindungi kekayaan alam Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar. Dia menegaskan bahwa kekayaan alam harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan rakyat, dan bahwa penutupan tambang ilegal adalah langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mematuhi prinsip UUD, Prabowo berharap generasi masa depan akan mendapatkan manfaat dari pelestarian sumber daya alam negara.












