Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya berjudul “Seruan Indonesia untuk Harapan” pada Debat Umum di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Dalam sesi tersebut, Prabowo membicarakan isu kemanusiaan yang juga mengingatkan pada sejarah Indonesia yang pernah dijajah kolonialisme. Keberadaan Prabowo di Markas PBB menjadi pertama kalinya kepala negara Indonesia setelah absen 10 tahun dalam forum tahunan PBB. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan ajakan untuk tidak diam dalam menghadapi genosida yang terjadi di Gaza oleh Israel. Dia menekankan pentingnya PBB dalam menegakkan perdamaian universal, keadilan, dan kebebasan bagi semua.
Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. Dia mengajak negara-negara lain untuk menolak doktrin bahwa yang kuat dapat bertindak sewenang-wenang. Prabowo juga menyinggung soal ekspor beras ke Palestina sebagai langkah Indonesia untuk membantu negara lain yang memerlukan. Selain itu, dia mengutuk kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan meminta para pemimpin dunia untuk menunjukkan kebijaksanaan dalam mengatasi konflik.
Prabowo juga mendukung Solusi Dua Negara dalam penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel. Dia menggarisbawahi pentingnya perdamaian sejati yang didasarkan pada pengakuan hak-hak Palestina dan keamanan Israel. Prabowo menandaskan komitmen Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Keseluruhan pidato Prabowo di PBB menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.












