Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan tanggapannya setelah pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Alaska. Zelensky menuduh Rusia menggunakan segala cara untuk menghentikan pertemuan tersebut guna mengakhiri perang. Meskipun Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Putin bersedia bertemu dengan Zelensky di KTT, namun agenda tersebut masih belum siap. Setelah rangkaian diplomasi yang intens, Trump menyatakan bahwa perang tersebut sangat sulit untuk dihentikan. Upaya Washington untuk melibatkan NATO dan Eropa dalam merancang jaminan keamanan bagi Ukraina juga telah dilakukan.
Zelensky menekankan pentingnya jaminan keamanan dari Barat untuk mencegah serangan Rusia di masa depan. Meskipun Ukraine tidak takut dengan pertemuan antar-pemimpin, Zelensky menegaskan bahwa jaminan keamanan yang diberikan harus memadai. Ketika ditanya oleh BBC mengenai skeptisisme warga Ukraina terhadap upaya diplomatik terbaru, Zelensky menyatakan bahwa Washington merasa berhasil dan bahwa Ukraina membutuhkan dukungan dari AS dan Eropa.
Sekjen NATO, Mark Rutte, menyebut bahwa langkah Trump untuk memecah kebuntuan konflik Rusia-Ukraina merupakan langkah awal menuju jaminan keamanan. Namun, di tengah upaya mediasi perdamaian, Rusia malah meluncurkan serangan terberat dalam beberapa pekan terakhir. Serangan drone milik Ukraina juga tidak kalah hebat dengan menyerang stasiun pompa minyak di Rusia, mengganggu pasokan minyak ke Slovakia dan Hungaria.
Meskipun Perang Rusia-Ukraina masih berlanjut, upaya-upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai perdamaian. Langkah-langkah politik dan pernyataan dari para pemimpin negara terus diiringi oleh tindakan-tindakan lapangan yang serius dari kedua belah pihak. Kabar terbaru tentang pertemuan antara Putin dan Zelensky masih menjadi pembicaraan hangat di tingkat internasional.












