Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkap alasan di balik keputusan pemerintahannya untuk menghapus kebijakan tantiem di BUMN yang mengalami kerugian dan mengurangi jumlah komisaris BUMN. Prabowo menyatakan bahwa ia menemukan fakta yang tidak masuk akal terkait tantiem yang diberikan kepada direksi atau komisaris BUMN. Ia mengkritik penggunaan istilah asing untuk menyamarkan arti tantiem dan menyoroti kasus di masa lalu di mana komisaris BUMN rapat sebulan sekali namun mendapatkan tantiem besar. Prabowo juga menekankan bahwa direksi dan komisaris BUMN tidak perlu mendapatkan tantiem jika perusahaan merugi, dan bahwa pengelolaan BUMN harus lebih efisien dengan memangkas jumlah komisaris yang berlebihan. Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan belanja negara yang berkualitas, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Disamping itu, belanja negara harus mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Alasan Prabowo Hapus Tantiem BUMN: Akal-Akalan?
Read Also
Recommendation for You

Prabowo Subianto, Presiden RI, kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat…

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah melakukan kunjungan negara ke Beijing. Dalam acara tersebut,…

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping di Beijing menghasilkan kesepakatan penting. Kedua pemimpin sepakat…

Pada tanggal 3 September, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menerima kunjungan dari Presiden Indonesia, Prabowo di…

Pimpinan DPR telah menerima dan merespons kekhawatiran yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan…

