Potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai sangat besar oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian. Terutama dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan panas bumi (geothermal), namun pemanfaatannya masih rendah. Ramson menyoroti bahwa pembangkit listrik tenaga surya di NTT mendekati 8 hektare, potensinya besar untuk mendukung transisi energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Namun, saat ini baru sekitar 10 persen listrik di NTT yang menggunakan EBT.
Dalam kunjungan kerja reses Komisi XII ke PLTS Oelpuah, Kupang, Ramson menyampaikan pentingnya mengoptimalkan potensi EBT di NTT melalui strategi pemerintah yang tepat dan pembiayaan yang efektif. Dengan pengelolaan yang baik, ia optimis rasio penggunaan EBT di NTT dapat meningkat hingga 30 persen. Ramson juga menekankan bahwa pengembangan pembangkit listrik yang menggabungkan PLTS dan panas bumi akan memberikan dampak signifikan bagi bauran energi di NTT.
Menurut Ramson, percepatan pengembangan energi bersih di NTT akan memberikan manfaat ganda, seperti mendukung target transisi energi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia juga menyoroti potensi daerah dengan intensitas cahaya matahari tinggi seperti NTT sebagai contoh pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia. Kesimpulannya, Ramson mendorong optimalisasi pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di NTT untuk mendukung transit energi nasional.












