Presiden AS, Donald Trump, telah menetapkan beberapa kelompok penyelundup narkoba Amerika Latin sebagai organisasi teroris awal tahun ini. Dalam langkah berani ini, Trump menggunakan kekuatan militer untuk menyasar kartel narkoba tersebut. Pentagon diperintahkan untuk menyiapkan berbagai opsi, termasuk penggunaan pasukan khusus dan dukungan intelijen, yang akan dikoordinasikan dengan mitra asing.
Menurut juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, keputusan ini diambil untuk melindungi tanah air AS. Trump menetapkan Tren de Aragua di Venezuela, Kartel Sinaloa di Meksiko, dan enam kelompok penyelundup narkoba lainnya dari Amerika Latin sebagai kelompok teroris. Meskipun Amerika Serikat dan Meksiko berjanji untuk melindungi rakyat dari kelompok-kelompok ini, Kementerian Luar Negeri Meksiko menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima keterlibatan pasukan militer AS di wilayah mereka.
Dengan langkah ini, Trump menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran narkoba di Amerika Latin. Keputusan tersebut telah menuai beragam tanggapan, dan kedua negara terlibat dalam upaya bersama untuk mengatasi masalah penyelundupan narkoba di wilayah tersebut.












