BRICS Declared Heir to Bandung Spirit by Brazil’s President

Pertemuan Puncak BRICS ke-17 digelar di Museum of Modern Art (MAM) di Rio de Janeiro pada hari Minggu (6 Juli) dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan bahwa blok BRICS mencerminkan semangat Konferensi Asia-Afrika yang bersejarah—lebih dikenal sebagai Konferensi Bandung—yang menentang dominasi oleh kekuatan utama dunia. Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut hadir dalam pertemuan tersebut, menandai partisipasi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS untuk pertama kalinya. Lula menyatakan bahwa BRICS adalah manifestasi Gerakan Non-Blok Bandung dan membawa semangat Bandung dalam pidatonya di hadapan para kepala negara dan pemerintahan yang hadir. Dia juga mencermati krisis tanpa preseden yang dihadapi multilateralisme secara global, di mana PBB yang berusia 80 tahun mengalami keruntuhan multilateralisme dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lula mengingatkan bahwa berdirinya PBB melambangkan kekalahan fasis dan menjadi mercu suar kolektif harapan bagi umat manusia. BRICS, menurut Lula, merupakan pewaris Gerakan Non-Blok dan tempatnya dalam lanskap global kontemporer. Indonesia menjadi anggota penuh BRICS sejak 1 Januari 2025, di mana pertemuan tersebut menjadi forum bagi para pemimpin BRICS untuk membahas sejumlah tantangan politik dan keamanan, reformasi lembaga tata kelola global, dan penguatan kerja sama multilateral. Selain itu, para pemimpin diharapkan membahas isu-isu ekonomi dan keuangan penting, peluang kerja sama di sektor-sektor baru seperti tata kelola kecerdasan buatan, aksi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan, dan kesehatan global.

Source link